Senin, 01 Oktober 2012

SEJARAH MUSE.


SEJARAH MUSE.


MUSE adalah grup musik rock alternatif asal Inggris. Band ini dibentuk di Devon pada tahun 1994. Anggota band ini terdiri dari tiga orang, yaitu Matthew Bellamy (vokalis, gitaris, pianis), Dominic Howard (drummer), dan Chris Wolstenholme (bassis). Muse memiliki genre musik yang memadukan rock, rock progresif, musik klasik, dan elektronika. Muse juga dikenal dengan konser live yang memukau, bercirikan permainan yang energik dan efek visual yang mengagumkan. Muse telah merilis empat album rekaman, dimulai dengan Showbiz pada tahun 1999, diikuti Origin of Symmetry di tahun 2001, Absolution di tahun 2003, dan album terbarunya Black Holes & Revelations di tahun 2006. Sepanjang karirnya, Muse telah memenangkan berbagai penghargaan termasuk 5 MTV Europe Music Awards, 5 Q Awards, 4 NME Awards dan 2 Brit Awards.

Pembentukan (1992-1997)
Pada tahun 1990-an awal, anggota-anggota Muse memiliki grup musik masing-masing di sekolah mereka. Pembentukan MUSE berawal ketika Matthew Bellamy yang berumur 14 tahun berhasil lulus audisi untuk masuk grup Dominic Howard. Ketika bassis mereka memutuskan untuk keluar, mereka meminta teman baik mereka, Chris Wolstenholme, untuk bergabung dan mempelajari gitar bass. Chris sempat menolak, tapi akhirnya memutuskan untuk bergabung. Band baru ini sempat banyak berganti nama, antara lain 'Gothic Plague', 'Carnage Mayhem', 'Fixed Penalty', dan 'Rocket Baby Dolls', sampai akhirnya menggunakan nama Muse yang dikenal sekarang. Urutan kronologis pergantian nama band ini tidak jelas, karena Muse memberikan informasi yang tidak konsisten pada wawancara-wawancara mereka.
Pada tahun 1994, masih dengan nama band 'Rocket Baby Dolls', mereka memenangkan kompetisi Battle of the Bands lokal. Dan tak lama setelah ini, mereka mengganti nama menjadi Muse, berpindah dari Teignmouth dan mulai tampil di beberapa klub seperti Cavern di Exeter.

Setelah beberapa tahun membangun komunitas penggemar, Muse memainkan konser-konser pertama mereka di London dan Manchester. Band ini lalu bertemu dengan Dennis Smith, pemilik perusahaan rekaman Sawmills, yang bermarkas di Cornwall, Inggris.
Pertemuan ini akhirnya dilanjutkan dengan rekaman resmi pertama Muse, yaitu E.P. self-titled (berjudulkan nama band) yang menggunakan label Sawmills, Dangerous. Lalu E.P. ke-2 mereka, Muscle Museum, meraih peringkat ke-3 pada tangga lagu indie dan mendapat perhatian dari jurnalis musik Inggris yang berpengaruh, Steve Lamacq, serta majalah musik mingguan Inggris, NME. Dennis Mills lalu membantu membangun perusahaan musik Taste Media, yang dibuat khusus untuk Muse (Muse menggunakan label ini untuk 3 album pertama mereka). Ini merupakan hal yang sangat menguntungkan untuk Muse karena mereka dapat mempertahankan keunikan musik mereka pada awal karir mereka.

Walaupun E.P. ke-2 mereka cukup sukses, banyak perusahaan rekaman Inggris tetap enggan mendukung Muse, dan banyak orang di industri musik menganggap musik Muse terlalu mirip dengan Radiohead sebagaimana halnya band-band baru asal Inggris lain saat itu. Namun, perusahaan Amerika Serikat Maverick Records mempromosikan Muse untuk tampil beberapa kali di Amerika Serikat hingga akhirnya mengontrak mereka pada tanggal 24 Desember 1998. Sepulangnya dari Amerika, Taste Media mendapatkan kontrak untuk Muse di perusahaan-perusahaan rekaman di Eropa dan Australia. John Leckie, yang menjadi produser album untuk Radiohead, Stone Roses, "Weird Al" Yankovic dan The Verve, dijadikan produser album pertama Muse, Showbiz.
Peluncuran album ini diikuti dengan penampilan pendukung pada tur band Foo Fighters dan Red Hot Chili Peppers di Amerika Serikat. Pada tahun 1999 dan 2000, Muse bermain pada beberapa festival musik di Eropa dan Australia, dan mengumpulkan banyak penggemar baru di Eropa Barat.



Muse adalah grup musik rock alternatif asal Inggris. Band ini dibentuk di Devon pada tahun 1994. Anggota band ini terdiri dari tiga orang, yaituMatthew Bellamy (vokal, gitar, piano, keytar), Chris Wolstenholme (bass, backing vokal, keyboard, gitar) dan Dominic Howard (drum, perkusi). Muse memiliki genre musik yang memadukan rockrock progresifmusik klasik, dan elektronika. Muse juga dikenal dengan konser live yang memukau, bercirikan permainan yang energik dan efek visual yang mengagumkan. Muse telah merilis lima album rekaman, dimulai dengan Showbiz (1999), Origin of Symmetry (2001), Absolution (2003), Black Holes & Revelations(2006) dan The Resistance (2009). Muse juga merilis 3 album live Hullabaloo Soundtrack (2002), Absolution Tour (2005) dan HAARP (2008).
Sepanjang kariernya, Muse telah memenangkan berbagai penghargaan termasuk 5 MTV Europe Music Awards, 5 Q Awards, 9 NME Awards, 2 Brit Awards serta yang terbaru pada tahun 2011 adalah memenangkan Grammy Award untuk kategori Best Rock Album (The Resistance) serta Ivor Novello Awards untuk kategori International Achievement.

1992-1998: Pembentukan dan awal mula

Anggota Muse bermain selama mereka tinggal di Teignmouth Community College pada awal 1990-an, namun pembentukan Muse dimulai ketika Bellamy berhasil mengikuti audisi untuk gitaris di band Dominic Howard. Mereka meminta Chris Wolstenholme - yang bermain drum pada saat itu - untuk belajar bermain bass untuk band, Wolstenholme setuju dan mengambil pelajaran itu, sementara Bellamy harus menjadi penyanyi dan penulis lagu untuk band.
Nama band pertama Bellamy dan Howard adalah Gothic Plague, Fixed Penalty, dan setelah itu Rocket Baby Dolls, dengan gaya Gothik untuk bersaing dalam petarungan antar band. Tidak lama setelah itu, mereka mengganti nama menjadi Muse, berpindah dari Teignmouth  Nama "Muse" itu terinspirasi oleh guru seni Matthew Bellamy yang menyebutkan kata "Muses". Bellamy kemudian mencarinya di kamus dan memutuskan untuk memendekkannya menjadi "Muse". Ini juga digunakan karena pendek dan mereka merasa terlihat bagus di poster.

[sunting]

1998-2000: E.P. dan Showbiz

Setelah beberapa tahun membangun komunitas penggemar, Muse memainkan konser-konser pertama mereka di London dan Manchester. Band ini lalu bertemu dengan Dennis Smith, pemilikperusahaan rekaman Sawmills, yang bermarkas di CornwallInggris.
Pertemuan ini akhirnya dilanjutkan dengan rekaman resmi pertama Muse, yaitu E.P. Muse yang menggunakan label Sawmills, Dangerous. Lalu E.P. ke-2 mereka, Muscle Museum, meraih peringkat ke-3 pada tangga lagu indie dan mendapat perhatian dari jurnalis musik Inggris yang berpengaruh, Steve Lamacq, serta majalah musik mingguan Inggris, NME. Dennis Mills lalu membantu membangun perusahaan musik Taste Media, yang dibuat khusus untuk Muse (Muse menggunakan label ini untuk 3 album pertama mereka). Ini merupakan hal yang sangat menguntungkan untuk Muse karena mereka dapat mempertahankan keunikan musik mereka pada awal karier mereka.
Walaupun E.P. ke-2 mereka cukup sukses, banyak perusahaan rekaman Inggris tetap enggan mendukung Muse, dan banyak orang di industri musik menganggap musik Muse terlalu mirip dengan Radiohead sebagaimana halnya band-band baru asal Inggris lain saat itu. Namun, perusahaan Amerika Serikat Maverick Records mempromosikan Muse untuk tampil beberapa kali di Amerika Serikat hingga akhirnya mengontrak mereka pada tanggal 24 Desember 1998. Sepulangnya dari Amerika, Taste Media mendapatkan kontrak untuk Muse di perusahaan-perusahaan rekaman di Eropa dan Australia. John Leckie, yang menjadi produser album untuk Radiohead, Stone Roses"Weird Al" Yankovic dan The Verve, dijadikan produser album pertama Muse,Showbiz.
Peluncuran album ini diikuti dengan penampilan pendukung pada tur band Foo Fighters dan Red Hot Chili Peppers di Amerika Serikat. Pada tahun 1999 dan 2000, Muse bermain pada beberapa festival musik di Eropa dan Australia, dan mengumpulkan banyak penggemar baru di Eropa Barat.

[sunting]

2001-2002: Origin of Symmetry dan Hullabaloo Soundtrack

Album ke-2 mereka, Origin of Symmetry, dengan John Leckie sebagai produser, berisikan musik yang lebih berat dan gelap, dengan suara bass yang dalam dan terdistorsi. Muse bereksperimen dengan alat-alat musik yang tidak biasa digunakan, seperti organ gerejamellotron, dan peralatan drum tambahan. Muse lebih banyak mengandalkan suara tinggi Bellamy, dengan alunanarpeggio gitar dan permainan piano yang terdengar jelas, yang terinspirasi dari gerakan romantisme khususnya musikus Rusia Sergei Rachmaninoff dan Tchaikovsky. Beberapa lagu seperti "Space Dementia" memiliki unsur klasik yang lebih kental oleh musik Rachmaninoff. Bellamy juga menyatakan adanya pengaruh dari gitaris ternama Jimi Hendrix dan Tom Morello (gitaris Rage Against The Machine dan Audioslave) dalam melodi gitar pada beberapa lagu terakhir dalam album ini. Terdapat pula daur ulang dari lagu "Feeling Good", yang aslinya dibuat oleh Anthony Newley dan Leslie Bricusse dan dipopulerkan oleh Nina Simone.
Origin of Symmetry memperoleh penilaian yang beragam dari berbagai kritikus musik. Dean Carlson dari Allmusic menilai permainan Muse terlalu menyerupai Radiohead, dan menganggap lagu-lagu mereka terlalu berlebihan dan sulit diterima." Sebaliknya, Roger Morton dari NME memberikan nilai 9/10 untuk album ini, mengomentari sisi yang gelap dan berani dari Muse, bahkan menilai bahwa Bellamy lebih 'gila' dari Thom Yorke, vokalis Radiohead. Album ini berpotensi untuk membuat Muse semakin terkenal di Amerika Serikat, tapi Maverick tidak setuju dengan gaya vokal Bellamy yang dianggap tidak cocok untuk penyiaran radio dan meminta Muse untuk mengubah beberapa lagu mereka sebelum dirilis di Amerika Serikat. Muse menolak permintaan ini dan meninggalkan perusahaan rekaman Maverick, yang mengakibatkan tidak dirilisnya album Origin of Symmetry ini di Amerika (album ini akhirnya dirilis di daerah tersebut pada 20 September 2005, setelah Muse menjalin kontrak dengan Warner).
Penampilan Muse selama promosi album Origin of Symmetry berhasil menarik banyak pengemar dan membangun reputasi Muse sebagai band dengan penampilan live yang luar biasa. Reputasi ini membawa Muse untuk merilis Hullabaloo SoundtrackDVD yang berisi penampilan mereka di Le Zénith di ParisPerancis pada tahun 2001. Lalu secara bersamaan, mereka juga merilis album ganda yang berisi sisi-B dan rekaman dari penampilan di Le Zenith. Single sisi-A ganda juga dirilis, dengan dua lagu baru yaitu Dead Star dan In Your World.
Pada edisi Februari 2006 majalah Q Magazine, album Origin of Symmetry berhasil menempati peringkat ke-74 pada daftar 100 album terbaik sepanjang masa menurut penggemar.

[sunting]

2003-2005: Absolution

Album ke-3 mereka Absolution (diproduksi oleh Rich Costey) diluncurkan pada tahun 2003 dan debutnya nomor satu di Inggris.  Album ini menghasilkan single pertama yang memasuki sepuluh top hits mereka "Time Is Running Out" dan kemudian dua puluh top hits: "Hysteria", "Sing For Absolution" dan "Butterflies And Hurricanes". Muse kemudian melakukan tur internasional pertama mereka. Ini terus dilakukan sekitar satu tahun dengan Muse mengunjungi Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, dan Perancis. Sementara itu, band ini merilis enam single ("Stockholm Syndrome", "Time Is Running Out", "Hysteria", "Sing For Absolution", "Butterflies And Hurricanes" dan "Apocalypse Please"). Di AS dari tur 2004 mulai tidak menyenangkan karena Bellamy melukai dirinya sendiri di panggung selama pertunjukan pembukaan di Atlanta. Tur dilanjutkan setelah beberapa jahitan dan beberapa hari istirahat.
Band ini juga tampil di Festival Glastonbury pada bulan Juni 2004. Setelah festival, band ini menggambarkan konser ini sebagai "konser terbaik dalam hidup kita". Namun, ayah drummer Dominic Howard, William Howard, yang berada di festival untuk menonton band, meninggal karena serangan jantung setelah band tampil. Single Butterflies & Hurricanes didedikasikan untuk ayah Howard. Muse kemudian melanjutkan tur mereka. Mereka memenangkan dua penghargaan MTV Eropa, termasuk "Best Alternative Act" dan Q Award untuk "Best Live Act".[ Muse juga menerima penghargaan sebagai "Best Live Act" pada BRIT Awards tahun 2005. Muse kehilangan dua kali untuk penghargaan Best British Band dari NME, pada tahun 2004 dan 2005. Pada bulan Juli 2005, Muse berpartisipasi dalam konser Live 8 di Paris.

Tahun 2003 band menuntut Nestlé, yang menggunakan cover Nina Simone "Feeling Good" pada sebuah iklan untuk Nescafé tanpa izin band. Mereka menyumbangkan uang kompensasi yang didapat dari Nestle sebesar 500.000 poundsterling untuk Oxfam, sebuah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang pengentasan kemiskinan.
Mereka juga mempunyai DVD yang dirilis oleh band pada 12 Desember 2005, disebut Absolution Tour. Rilis resmi berisi editan Festival Glastonbury 2004 dan sebelumnya cuplikan dari London Earls Court, Wembley Arena, dan Teater Wiltern di Los Angeles. Dua lagu, "Endlessly" dan "Thoughts Of A Dying Atheist", sebagai trek tersembunyi pada DVD yang diambil dari Wembley Arena. Hanya lagu dari Absolution yang tidak muncul di DVD live adalah "Falling Away With You", yang belum pernah dilakukan live sampai saat ini. Absolution mendapatkan sertifikat Emas di AS.

[sunting]

2006-2008: Black Hole & Revelations dan HAARP



Pada tahun 2006, Muse merilis album keempat mereka, Black Holes & Revelations, diproduksi oleh Muse dan Rich Costey. Judul dan tema album adalah hasil dari daya tarik band dengan fiksi ilmiah dan kemarahan politik. Album ini mencapai No 1 di Inggris, sebagian besar Eropa, dan Australia. Ini juga sukses di Amerika Serikat, mencapai nomor sembilan di chart album Billboard 200. Sebelum merilis album baru, band ini membuat pertunjukan live, yang sempat terhenti ketika sedang merekam, membuat sejumlah penampilan promosi dimulai pada tanggal 13 Mei 2006 di BBC Radio 1's Big Weekend. Tour Black Holes & Revelations dimulai tepat sebelum mereka merilis album dan awalnya kebanyakan terdiri dari penampilan festival, terutama slot headline di Festival Reading dan Leeds pada bulan Agustus 2006. Jadwal tur utama band dimulai dengan tur di Amerika Utara dari akhir Juli awal Agustus 2006. Setelah terakhir dari festival musim panas, tur Eropa dimulai, termasuk tur arena besar Inggris. Black Holes & Revelations dinominasikan untuk Mercury Music Prize 2006, namun kalah dari Arctic Monkeys. Album itu, memperoleh Penghargaan Platinum Eropa setelah menjual satu juta kopi di benua itu. Pada bulan Agustus 2006, Muse mencatat sesi live di Abbey Road Studios untuk Live from Abbey Road.
Single pertama dari album, "Supermassive Black Hole", dirilis sebagai download pada Mei 2006. Hal ini kemudian diikuti oleh rilis umum sebagai satu bulan berikutnya, semua menjelang rilis album utama. Single kedua, "Starlight", dirilis pada bulan September 2006. "Knights Of Cydonia" dirilis di Amerika Serikat pada bulan Juni 2006 dan di Inggris pada November 2006. "Knights of Cydonia" terpilih nomor 1 di polling musik terbesar di dunia Radio Australia Triple J Hottest 100 untuk tahun 2007 dan 18 di Triple J's Hottest 100 dari All Time pada tahun 2009. Single keempat dari album, "Invincible", kemudian dirilis pada bulan April 2007. Satu lagi single, "Map Of The Problematique", dirilis untuk download digital hanya pada bulan Juni 2007, saat band tampil di Wembley.

Pada tanggal 25 September 2008, Bellamy, Howard dan Wolstenholme menerima gelar Honorary Doctorate of Arts dari Universitas Plymouth atas kontribusi mereka terhadap musik. Sejumlah penampilan live juga ada pada tahun 2008. Pada bulan Maret, mereka bermain konser di Dubai, Johannesburg, dan Cape Town. Pada tanggal 12 April. Mereka memainkan satu kali konser di Royal Albert Hall dan Teenage Cancer Trust. Muse hadir di Rock in Rio Lisboa pada tanggal 6 Juni, bersama band lainnya seperti Kaiser ChiefsThe Offspring dan Linkin Park. Band juga tampil di sebuah acara baru di Marlay Park, Dublin pada tanggal 13 Agustus dan telah diatur untuk bermain di sebuah pertunjukan di Belfast pada 14 Agustus. Namun, Belfast dicoret menurut The Telegraph Belfast. Mereka juga mengisyaratkan kemungkinan akan tur atau konser di Amerika Selatan.

[sunting]

2009-2011: The Resistance

Album kelima Muse The Resistance ini dirilis pada bulan September 2009. Ini adalah album Muse pertama yang dihasilkan sendiri oleh band. Saat rilis, album ini menduduki puncak tangga album di 19 negara, menjadi band nomor album yang ketiga di nomor Inggris, dan mencapai 3 di Billboard 200. Kritik kebanyakan positif mengenai album ini, dengan banyak pujian ditujukan kepada ambisi, pengaruh musik klasik dan tiga belas menit, tiga bagian "Exogenesis: Symphony". Ini juga mengalahkan album sebelumnya Black Holes & Revelations dalam penjualan album relatif dalam minggu debut di Inggris dengan sekitar 148.000 eksemplar terjual. Single pertama "Uprising" dirilis tujuh hari sebelumnya dan telah memenangkan banyak penghargaan.
ada bulan Januari 2010, Muse ikut festival Big Day Out di berbagai tempat di Australia dan Selandia Baru dimulai dengan Auckland sampai denganPerth. Muse ikut Coachella pada hari Sabtu 17 April. Muse juga ikut Festival Glastonbury 2010 bersama dengan Gorillaz dan Stevie Wonder serta festival Oxegen pada tahun 2010 bersama Arcade Fire dan Eminem. Pada tanggal 7 Mei 2010, diumumkan bahwa Muse memberikan sebuah lagu untuk soundtrack film ketiga The Twilight Saga: Eclipse yaitu "Neutron Star Collision (Love Is Forever)" dirilis pada tanggal 17 Mei.

Pada tanggal 12 September 2010, Muse memenangkan MTV Video Music Awards dalam kategori Best Special Effects, untuk "Uprising". Pada tanggal 21 November, Muse membawa pulang penghargaan American Music Award untuk kategori Favorite Alternative Artist. Pada tanggal 2 Desember, diumumkan bahwa Muse telah dinominasikan untuk tiga penghargaan untuk 53 Grammy Awards: Best Rock Performance By a Duo or Group with Vocals - ("Resistance"); Best Rock Song - ("Resistance"), and Best Rock Album: (The Resistance). Berdasarkan airplay dan penjualan terbesar di AS, singel Muse untuk tahun 2010 dengan "Uprising", "Resistance" dan "Undisclosed Desires" mencapai 1, 6 dan ke-49 di chart akhir tahun. Pada Grammy Awards ke-53 pada 13 Februari 2011, Muse memenangkan Grammy Award untuk Best Rock Album untuk The Resistance. dan Ivor Novello Awards untuk International Achievement.
Muse menjadi headline di Festival Reading dan Leeds pada bulan Agustus 2011 untuk merayakan ulang tahun kesepuluh dari album kedua merekaOrigin of Symmetry, band ini menampilkan semua sebelas lagu dari atas ke bawah selama set mereka. Muse juga menjadi headline Lollapaloozadi Chicago Grant Park pada Agustus 2011.

[sunting]

2011-sekarang: The 2nd Law

Muse masuk studio untuk mulai merekam album baru di bulan September 2011. Wolstenholme mengatakan kepada BBC Radio 1: "September dan Oktober, saat itulah kita akan masuk ke studio untuk mulai menulis album baru." Dalam sebuah wawancara dengan Billboard pada 18 Oktober 2011, manajer band Anthony Addis mengungkapkan bahwa Muse sudah mulai merekam album keenam mereka di London dan bahwa ia diharapkan akan dirilis pada Oktober 2012.
Dalam wawancara dengan Kerrang! pada tanggal 14 Desember 2011, Wolstenholme menyatakan bahwa album Muse berikutnya akan menjadi "sesuatu yang sangat berbeda" dari album mereka sebelumnya. Dia juga mengatakan bahwa rasanya band seperti "menggambar sebuah garis di bawah masa-masa emas karir kami terdahulu." Hal itu terungkap melalui Tom Kirk di akun Twitter-nya bahwa komposer David Campbell yang telah bekerja sama dengan RadioheadPaul McCartneyBeck dan Adele sedang membantu Matthew Bellamy menulis album.[60] Dalam sebuah wawancara di edisi 2012 April dari NME, Bellamy mengatakan bahwa band memasukkan unsur musik elektronika, dengan pengaruh berasal dari duo French house Justice dan grupelectronic rock Does It Offend You, Yeah?, serta masuknya pemain brass. Bellamy juga mengkonfirmasi tanggal rilis di musim gugur tahun 2012 untuk album dalam wawancara. Pada tanggal 6 Juni 2012, Muse merilis sebuah trailer untuk album berikutnya, The 2nd Law, dengan hitungan mundur di website band menunjukkan tanggal rilis 17 September. Trailer menunjukkan The 2nd Law akan bergerak ke arah dubstep, yang disambut dengan reaksi beragam dari para penggemar. Pada tanggal 7 Juni 2012, Muse mengumumkan tur Arena Eropa; leg pertama The 2nd Law Tour. Leg termasuk tanggal di Perancis, Spanyol dan Inggris serta negara-negara lain. Lagu Muse terbaru, "Survival", adalah lagu resmi untuk Olimpiade London 2012. Pemutaran perdana di BBC Radio 1 pada tanggal 27 Juni bersama dengan prelude.

[sunting]

Personel band

Personel
Personel tambahan

Masa Kecil

Matt, Christopher, dan Dominic adalah teman masa kecil yang berasal dari Teignmouth, Devon. Bagi Matt, Teignmouth bukan merupakan kota yang baik untuk ditinggali, ia pernah menjelaskan: “Satu-satunya waktu kota menjadi hidup adalah selama musim panas ketika Teignmouth berubah menjadi sebuah tempat liburan bagi orang orang London. Ketika musim panas berakhir mereka pergi dan membawa semua kehidupan mereka. Aku merasa terjebak di sana. Teman-temanku banyak yang berpindah ke narkoba atau musik, tapi aku beralih ke pilihan yang kedua dan akhirnya aku belajar bagaimana untuk bermain. Jika bukan karena band ini, saya mungkin akan terjebak dalam obat obatan terlarang. ”
Ketiga anggota band ini tidak berasal dari Teignmouth, tetapi dari kota-kota Inggris lainnya. Matt lahir di Cambridge pada 9 Juni 1978, anak dari George Bellamy, gitaris grup rock tahun 1960-an dari Inggris, The Tornados, yang merupakan band Inggris pertama yang berhasil menjadi hits nomor 1 di Amerika Serikat, dan Marilyn James. Mereka kemudian pindah ke Teignmouth ketika Matt berusia 10 tahun.
Ketika Matt berusia 14, orang tuanya bercerai. “Tidak apa-apa di rumah, kami adalah orang orang kelas menengah, kami punya uang,” kata Matt
“Yah sampai usia 14.. Saya pikir saya hampir punya semua hal yang saya inginkan sampai usia 14. Kemudian, segalanya berubah, orang tua saya bercerai , dan aku pergi untuk tinggal bersama nenekku. Aku punya kakak yang lebih tua dariku, yang sebenarnya saudara tiri dari pernikahan ayah saya yang sebelumnya, dan juga seorang adik laki laki. Sampai usia 14, musik adalah bagian dari kehidupan saya karena itu adalah bagian dari lingkaran keluarga saya: ayah saya seorang musisi, ia punya sebuah band, dll. Tapi hanya ketika saya pindah dan hidup dengan kakek nenek saya, barulah saya mulai bermain musik sendiri. Itu seperti kebutuhan untuk saya. ”
Matt tinggal bersama neneknya, yang membantunya menemukan musik yang ia butuhkan. Ia bermain piano sejak ia berusia 6 tahun, tapi dengan tidak adanya orang tuanya, ia berbalik arah kepada instrumen gitar. Orang tuanya dan kakaknya bermain dengan Papan Ouija untuk menghubungi orang mati, yang ia temukan ketika ia sedang mondar mandir di bawah tangga. Minatnya pada Papan Ouija menjadi lebih besar pada saat perceraian orangtuanya.
“Sangat menarik, pergi ke sekolah dan memberitahu anak-anak berusia 10 tahun tentang semua itu, karena mereka merasa itu cukup menakutkan dan aku cukup terkesan bahwa aku pernah melakukan hal yang menakutkan untuk orang lain tapi itu tidak bagiku.”
Tetapi keyakinannya berubah setelah satu hantu yang ia hubungi meramalkan Perang Teluk pertama setahun sebelum perang itu benar benar terjadi.
“Keyakinan saya pada semuanya berubah. Saya jadi yakin bahwa kita sebenarnya menghubungi sesuatu di alam bawah sadar kita. Itu mungkin lebih realistis daripada berpikir Anda sedang menghubungi orang yang sudah mati.”
Chris lahir di Rotherham, Yorkshire, pada tanggal 2 Desember 1978. Keluarganya pindah ke Teignmouth saat ia berusia 11 tahun. Ibunya sering membeli rekaman secara teratur, yang telah mempengaruhi Chris untuk belajar bermain gitar. Kemudian, ia bermain drum untuk sebuah band post-punk. Dia akhirnyamelepaskan drum untuk bermain bass bersama Matt dan Dom.
Dom lahir pada tanggal 7 Desember 1977 di Stockport, Inggris. Ketika ia berusia 8 tahun, keluarganya pindah ke Teignmouth. Ia belajar untuk bermain drum pada usia sekitar 11 tahun, ketika ia terinspirasi oleh band jazz yang tampil di sekolahnya.

Pembentukan dan awal mula

Anggota Muse bermain selama mereka tinggal di Teignmouth Community College pada awal 1990-an, namun pembentukan Muse dimulai ketika Bellamy berhasil mengikuti audisi untuk gitaris di band Dominic Howard. Mereka meminta Chris Wolstenholme – yang bermain drum pada saat itu – untuk belajar bermain bass untuk band, Wolstenholme setuju dan mengambil pelajaran itu, sementara Bellamy harus menjadi penyanyi dan penulis lagu untuk band.
Nama band pertama Bellamy dan Howard adalah Gothic Plague, Fixed Penalty, dan setelah itu Rocket Baby Dolls dengan image gothic untuk bersaing dalam petarungan antar band. Dan tak lama setelah itu, mereka mengganti nama menjadi Muse, berpindah dari Teignmouth.
Nama “Muse” itu terinspirasi oleh guru seni Matthew Bellamy yang menyebutkan kata “Muses”. Bellamy kemudian mencarinya di kamus dan memutuskan untuk memendekkannya menjadi “Muse”. Ini juga digunakan karena pendek dan mereka merasa terlihat bagus di poster.


Rabu, 28 Desember 2011


Korn terbentuk setelah band L.A.P.D bubar akibat penyanyinya yang ketergantungan obat terlarang. Reginald Arvizu, James Shaffer, dan David Silveria ingin melanjutkan band dengan merekrut Brian Welch sebagai gitaris, lantas memulai band baru bernama Creep. Awal tahun 1993 , Creep mengamati vokalis Sexart, Jonathan Davis untuk diajak bergabung dengan band. Davis sebenarnya tak ingin bergabung, tapi setelah berkonsultasi dengan seorang paranormal dia memutuskan untuk ikut audisi dan akhirnya bergabung. Seperti yang dia katakan sendiri pada sesi wawancara DVD Who Then Now. Setelah Jonathan direkrut, mereka ingin mengubah nama band Creep dengan nama baru. Akhirnya mereka mengubahnya menjadi “Korn”. Jonathan yang menyarankan nama itu ketika sesi latihan yang disukai juga oleh anggota lainnya. Jonathan mengambil krayon dan menulis logo mereka dengan tulisan tangan anak-anak mengganti huruf “C” dengan “K” serta penulisan huruf “R” yang dibalik.Pada bulan April di tahun itu, Korn mulai menjalin persahabatan dengan seorang produser, Ross Robinson, yang merekam album demo pertama mereka Neidermeyer’s Mind. Selama tahun pertama, mereka kurang mendapat tempat di kalangan penikmat musik yang saat itu aliran grunge masih sangat digandrungi. Setelah beberapa kali percobaan dengan beberapa perusahaan rekaman. Paul Pontius dari Immortal/Epic Records mendengar band ini di sebuah klub malam dan sangat terkesan, dia langsung menemui mereka serta menawarkan langsung kontrak rekaman. Dengan seorang produser dan label, Korn mulai mengerjakan album pertama mereka.Secara musikalitas, album mereka menggabungkan antara heavy metal, grunge, hip hop dan funk. “Blind” menjadi single pertama mereka, dan mendapatkan perhatian di pasaran. Ketika Korn merilis album tersebut tanggal 11 Oktober 1994 , tawaran konser tak henti-hentinya berdatangan tanpa bantuan stasiun radio atau video. Kepopuleran mereka murni semata- mata hanya mengandalkan konser yang terus berlanjut, yang akhrinya menciptakan kelompok penggemar fanatik. Aktivitas para penggemarlah yang membantu menolong Korn di Billboard 200 , dengan mencatatkan mereka di peringkat #72 tahun 1996. lagu mereka “Shoots and Ladders” masuk dalam nominasi Grammy kategori Best Metal Performance. saat konser akbar pertama mereka, Korn menjadi band pembuka Danzig bersama Merilyn Manson, Korn pernah menjadi band pembuka beberapa band besar lainnya di tahun 1995 seperti, Megadeth, 311 , Fear Factor, Flotsam & Jetsam dan KMFDM. Tapi tur konser yang benar-benar menyorot mereka adalah ketika membuka konser Ozzy Osbourne bersama Deftones. Setelah itu Korn kembali mengerjakan proyek album keduanya.
Grup band yang boleh dibilang sudah melegendaris ini merupakan suatu generasi awal dari revolusi musik metal. Mereka seolah menemukan jenis musik baru yang menggunakan banyak sekali suara distorsi aneh. Kombinasi ini sebenarnya muncul dari hasil olah efek sang gitaris James Shaffer (Munky), dikombinasikan dengan betotan bassis Reggie Arvizu (Fieldy) yang sangat piawai memainkan irama antara funk dan alternative, ditambah pukulan sang drummer, David Silveria, yang fasih berimprovisasi menggunakan senar dan hihat-nya. Belum lagi ditambah suara-suara aneh bak bahasa baru yang kerap diteriakkan dari mulut sang vokalis, Jonathan Davis.

Sejarah.
Menurut sejarahnya pada tahun 1989 silam di kota kelahiran mereka, Bakersfield, AS, Fieldy, Munky dan David membentuk sebuah band dengan nama konyol, yakni L.A.P.D. (Love And Peace Dude). Karena merasa buntu dan hanya jalan ditempat saja mereka bertiga memutuskan untuk pindah ke Orange County, sebuah kota yang pada saat itu terkenal dengan banyak melahirkan bibit rocker. Dibantu oleh seorang vokalis lokal top bernama Richard Morral, trio itu mulai beredar dengan tujuan tebar pesona di klub-klub malam sekitar kawasan Huntingdon Beach sembari berharap dilirik oleh label perusahaan rekaman manapun dan juga punya fans sendiri. Sejak kepindahan itu mereka pun sibuk mengisi waktu masing-masing di siang hari dengan bekerja untuk bertahan hidup di kota baru tersebut.

Setelah terus berusaha akhirnya mereka dilirk juga oleh sebuah indie label bernama Triple X Records. Salah seorang pemilik perusahaan itu bernama Dean Nateway mengaku sempat kehabisan akal menangani para personil ini. Pasalnya meski memiliki nama dengan unsur Peace, tetapi mereka kerap melakukan hal-hal konyol yang selalu membuat orang-orang di sekeliling mereka kesal dan tidak menaruh simpati kepada mereka. Namun begitupun dengan bakat musik yang terus mengalir nama L.A.P.D berhasil menembus hingga benua Eropa. Satu kendala baru muncul ketika adanya rencana untuk tur keliling. Sang owner, Dean mempermasalahkan sikap mereka yang ditakutkan akan membawa bencana saat tur.

Polemik ini ternyata juga menjadi sebuah ancaman bagi sang vokalis Richard. Sebaliknya trio itu menganggap sikap mereka itu bukanlah masalah, tetapi diyakini itu merupakan suatu sensasi yang bias menarik perhatian khalayak luas. Melihat respon negatif dari para personel akhirnya bala pun datang. Triple X Records memutuskan untuk membatalkan kontrak, ditambah lagi dengan sang vokalis Richard yang memutuskan hengkang dari L.A.P.D. Tidak kehabisan akal mereka terus melanjutkan kiprah di dunia musik dengan memanggil rekan sekota kelahiran mereka Brian Welch (Head) untuk bergabung sebagai tandem Munky bermain gitar dan menamakan band kuartet baru itu menjadi Creep. Dengan formasi double gitar ini mereka mulai menciptakan suara musik yang lebih keras lagi dengan gaya berbeda, dimana keduanya silih berganti berbalasan memainkan lead dan rhytem.

Formasi Baru

Kemudian mereka mencoba menyempurnakan formasi dengan memasang iklan di setiap tempat dalam upaya mencari vokalis. Namun mereka belum juga menemukan karakter suara yang pas dengan jenis musik mereka walau telah mengaudisi puluhan vokalis. Merekapun memutuskan untuk pulang ke kampung halaman, Bakersfield. Dalam perjalanan pulang mereka berempat mampir di sebuah bar untuk beristirahat dan tiba-tiba terkesima melihat aksi panggung dan karakter suara aneh yang keluar dari mulut vokalis bernama Jonathan Davis. Jonathan saat itu masih bergabung dengan sebuah band bernama SexArt yang selalu membawakan musik sejenis dengan Pearl Jam dan merupakan penghibur tetap di bar tersebut. Selain itu yang paling aneh, Jonathan bertahan hidup dengan bekerja sebagai asisten autopsy (bedah mayat-red). Jadi band SexArt merupakan kerjaan sampingan untuk menghilangkan kebosanannya mengurusi mayat setiap hari.

Meski mengaku sebelumnya tidak pernah mendengarkan lagu-lagu bising seperti yang dimainkan kuartet Creep itu, Jonathan mengambil resiko untuk ikut bergabung dengan Fieldy dkk. Setelah dua minggu Jonathan resmi dilantik sebagai vokalis baru, mereka pun memulai karir baru dengan merekam demo sebanyak 4 lagu, dua diantaranya adalah lagu yang ngetop sekarang, Daddy dan Blind. Satu hal terakhir yang mengganjal adalah nama Creep yang menurut mereka tidak cocok dengan jenis musik yang mereka ciptakan. Hingga pada suatu saat, ketika Jonathan menceritakan hal lucu kepada para personel lainnya tentang teman-teman sekotanya yang gay yang selalu mengucapkan corn, yaitu sebuah kata perumpamaan untuk sebuah alat Bantu seks untuk para kaum gay. Setiap John mengucapkan kata kamus Corn, maka para personel selalu terbahak-bahak tanpa henti. Ditambah dengan rombak sana sini, maka dari sinilah awalnya tercipta nama Korn yang kini melegenda di seluruh dunia.   

Kekompakan itu pun membuahkan sebuah album sukses bernama "Korn" pada tahun 1994. Di tahun 1996 mereka kembali merilis album "Life Is Peachy". Kesuksesan semakin meningkat ketika mereka mengeluarkan album lagi "Follow The Leader" pada tahun 1998. Suatu kenangan terakhir Korn tercatat pada tahun 2002 dimana mereka berhasil merilis album "Untouchables" dengan formasi yang komplit untuk terakhir kalinya. Sebab di tahun 2005 tiba-tiba muncul berita mengejutkan bahwa sang gitaris Brian (Head) Welch, keluar dari korn dengan alasan berbau religius.

Menurut Brian ia mengundurkan diri karena ingin lebih memperdalam ilmu keagamaannya sebagai seorang Nasrani dan bukan karena suatu masalah apapun dengan para rekan lainnya. Ironisnya Korn tetap semangat melanjutkan visinya yaitu sebagai band teratas di dunia, dengan merilis lagi album baru yakni "See You On The Other Side", pada tahun 2007. Kali ini suara musik yang mereka tampilkan sedikit terdengar berbeda. Sang gitaris, Munky, seolah tidak mendapat tantangan penuh dengan absennya kocokan gitar dari Head. Lalu hingga sekarang mereka baru saja menyelesaikan album terbarunya "Evolution" pada awal Juli kemarin. Dan mereka mengatakan akan segera mengedarkannya mulai 31 Juli 2007 mendatang.


 Cerita tentang KoRn dimulai Persisnya pada saat Fieldy, Munky, dan David, yang sama-sama kelahiran Bakersfield, California, Amerika Serikat, itu sepakat membentuk sebuah band dan berkarier di jalur musik. Tidak seperti sekarang, band yang diberi nama L.A.P.D (singkatan dari Love And Peace Dude) itu awalnya berkutat di jalur funk alternatif semodel Faith No More atau Red Hot Chili Peppers.


Sempat mereguk sukses di lokalan Amerika dan beberapa negara Eropa, karier L.A.P.D terhenti setelah merilis hanya satu album, Who’s Laughing Now? (1991). Penyebabnya tak lain lantaran perilaku para personelnya yang “ajaib”. Hobi betul mereka merusak backstage mereka sendiri. Lebih ajaib lagi, mereka menganggap bahwa semua itu adalah salah satu cara yang efektif untuk mendapatkan publikasi dan sorotan media!

Tentu saja hal itu merepotkan semua pihak yang terlibat. Manajemen serta, tentunya, label yang menaungi mereka. Hingga sampai pada satu titik, pihak label tak tahan lagi lalu langsung memutuskan kontrak.

Pemutusan kontrak itu berefek pula pada bubarnya formasi L.A.P.D, yang sebenarnya sangat menjanjikan. Vokalis mereka saat itu, Richard Morral, terlanda stres berat, dan serta-merta mengundurkan diri.

Untungnya, kehilangan kontrak label plus vokalis tidak menyurutkan semangat. Mereka tetap kukuh melanjutkan cita-cita. Bahkan, dengan penuh percaya diri Fieldy cs merekrut Brian Welch, seorang karib yang kerap menjadi roadies mereka kala L.A.P.D masih berjaya, untuk dijadikan tandem Munky di sektor gitar.

Bersamaan dengan masuknya Brian, mereka pun sepakat buat mengubah warna musik yang diusung. Dari funk alternatif menjadi metal yang lebih agresif.

Lewat satu pertemuan yang tak direncanakan sebelumnya, kuartet ini akhirnya menemukan orang yang tepat untuk mengisi posisi vokalis. Jonathan Davis namanya.

Juga kelahiran Bakersfield, cowok yang saat itu sudah mempunyai pekerjaan tetap sebagai asisten bedah mayat di rumah mayat Kern County itu ditemukan saat sedang tampil di panggung bersama bandnya, SexArt.

Terkesan oleh penampilan dan suara Jon malam itu, Fieldy cs langsung saja memutuskan untuk “membajak”-nya menjadi vokalis mereka. Tidak membutuhkan waktu lama, Jon langsung bilang,”Ya!”

Pilihan yang memang, pada akhirnya, terbukti sangat tidak salah. Pasalnya, selain punya karakter suara yang begitu menyatu dengan musik Fieldy cs, Jon juga punya segudang masa lalu plus pengalaman hidup yang cukup kelam. Pengalaman yang bisa digali lalu dijadikan sumber inspirasi bagi deretan lirik-lirik lagu mereka nantinya.

Ngetop karena kelam

Adalah pertemuan ini juga yang akhirnya membuat musik mereka jadi terasa unik. Bagaimana tidak? Groove-groove bernuansa funky, yang selama ini lebih terasa pas mengiringi musik bernuansa ceria, dipadu dengan besetan gitar distortif yang sengaja dibuat bersteman rendah membalut lirik-lirik yang sama sekali tidak ceria, namun justru sebaliknya, sangat gelap dan mencekam. Saat itu, kecuali Creep (nama mereka sebelum akhirnya diubah menjadi KoRn), tak ada satu band pun yang maju dengan kombinasi sedemikian kontras.

Begitulah. Tiga tahun setelah pertemuan itu, album debut KoRn pun dirilis. Bermodal singel sangar macam Blind dan Daddy, kemunculan mereka seakan membuka keran bagi gelombang metal jenis baru: NuMetal/hip-metal!

Ya. Enggak lama kemudian, langkah dan formulasi yang diracik oleh para personel KoRn langsung ditiru oleh bermacam band. Pemakaian gitar tujuh senar seakan satu keharusan bagi para gitaris metal. Lirik-lirik straight forward yang isinya melulu tentang kepedihan, kemarahan, raungan, serta kemurungan menjadi satu keharusan bagi para vokalis. Dan, tiap-tiap basis atau drumer yang ingin kiprahnya dilihat harus mampu membentuk groove-groove layaknya para musisi hip hop, R&B, atau funky!

Jago mengorganisir konser

Ternyata mereka juga jago mengorganisir konser. Belakangan, hasil kerja mereka menjadi salah satu contoh konser sukses karena kemasannya yang unik. Diberi nama Family Values Tour (FVT), tur tahunan itu mulai digelar pada tahun 1998. Sampai sekarang, FVT masih tetap berlangsung dan masuk dalam daftar tunggu metalheads di Amerika setiap tahunnya.

Keistimewaan tur ini enggak lain lantaran kekuatan para pengisi acaranya. Biarpun tidak terlalu beragam, namun line up yang disusun Jonathan cs mampu mewakili dua kubu yang tadinya dianggap saling berseberangan: metal dan hip hop. Untuk putaran pertama tahun 1998, selain mereka sendiri, Jonathan cs menggamit Ice Cube, Limp Bizkit, Orgy, dan Rammstein.

Selain faktor pengisi acara, sikap simpatik yang ditunjukkan oleh KoRn sebagai penyelenggara yang membuat ajang ini menyedot begitu banyak penonton dan menjadi satu rangkaian tur yang paling ditunggu. Bayangkan saja. Untuk sajian berdurasi sekitar 6-7 jam lengkap dengan pengisi acara nan paten plus atraksi laser dan panggung yang megah, penonton hanya dikenai tiket seharga 30 dollar AS. Sebagai perbandingan, harga tiket untuk konser sejenis saat itu yang termurah berkisar antara 75-85 dollar AS!

Sudah barang tentu hal itu makin melambungkan nama KoRn di mata para penggemar metal. Keberpihakan mereka terhadap fans dianggap sangat jelas. Begitu pun posisi mereka yang dianggap “terhormat” di antara band-band sealiran lainnya. Saat album ketiga, Follow The Leader (1998), dirilis, KoRn praktis sudah menjadi semacam Godfather of NuMetal!

Yap. Disadari atau tidak, dalam perjalanannya, KoRn tergiring masuk ke dalam golongan band-of-the-band. Band yang tak butuh lagi number one hit di berbagai negara untuk dapat diakui. Band yang tak terlalu peduli bahwa albumnya tak lagi mencetak angka penjualan jutaan kopi, melainkan band yang kerap menjadi inspirasi band lainnya untuk berbuat sama. Band yang ada untuk fans dan selalu berorientasi pada kepuasan fans!

Mengerjakan album sendiri

Berbekal prinsip-prinsip dasar band-of-the-band (serta sedikit banyak pengalaman buruk Untouchables) itulah, hampir sepanjang tahun 2003 dihabiskan oleh Jonathan cs di dalam studio, meracik formulasi buat Take A Look In The Mirror.

Tak lagi dibantu oleh produser di luar band–seperti yang biasa mereka lakukan di lima album sebelumnya–kali ini seluruh proses produksi mereka kerjakan sendiri. Mulai dari perumusan konsep, membentuk komposisi dasar, hingga aransemen utuh. Adalah Jonathan yang kemudian didaulat untuk memegang kendali seluruh proses produksi.

“Ah, saya enggak pernah merasa sebagai leader of the band. Dari dulu KoRn adalah milik kami bersama. Dan karenanya masing-masing berhak menjadi bos. Posisi saya selama pembuatan Take A Look…, bisa dibilang hanya sebagai cheerleader. Yang menyemangati dan mendorong teman-teman untuk melakukan yang terbaik!” bantah Jonathan.

Apa pun yang dikatakan oleh Jonathan, yang jelas, pola kerja seperti itu terbukti ampuh. Setidaknya, menurut Jonathan, lebih efisien waktu dan biaya, dengan hasil yang setara, bahkan bisa jadi lebih dari yang dicapai lewat Untouchables.

“Kami enggak lagi mengandalkan open chorus yang megah, melainkan kembali kepada riff-riff yang mengentak, yang jadi ciri khas kami selama ini,” jelas Fieldy.

“Ya. Selama pembuatan album ini, kami selalu berorientasi pada penampilan panggung. Soalnya, materi dari Untouchables terbukti lebih membosankan di atas panggung ketimbang menyenangkan bagi fans!” ujar Munky gemas.

“(Musik) KoRn adalah untuk fans KoRn!” tegas Jonathan. “Kami enggak peduli seberapa banyak album kami ini bakal terjual nantinya. Mau sepuluh juta, sepuluh ribu, atau hanya sepuluh keping pun enggak akan ada bedanya buat kami. Yang terpenting adalah kami dan tentunya fans kami senang dan puas dengan apa yang sudah kami buat!” tambahnya.







  Asking Alexandria merupakan sebuah band metalcore dari North Yorkshire, Inggris yang dibentuk pada tahun 2008.
Dibentuk ketika sang gitaris, Ben Bruce mengontak teman-teman lamanya yang kembali dari Dubai.

Anggota band :
Danny Worsnop - Lead vocals, keyboard (2008-sekarang)
Ben Bruce - Rhythm guitar, vocals, programming, synthesizer (2008-sekarang)
Cameron Liddell - Lead guitar (2008-sekarang)
Sam Bettley - Bass guitar (2009-sekarang)
James Cassells - drums (2009-sekarang)

Mantan anggota band :
Kaleb Carly - bass guitar (2008-2009)
Alex Delgadillo - synthesizer (2008)
Dillon Bradford - vocals (2008)
Kyle Coulon - drums (2008)
Drew Pollard - Guitar (2008)

   Asking Alexandria berakar dari Dubai, Uni Emirat Arab, dimana sang gitaris Ben Bruce memulai karir bermusik di bawah band bernama Amongst Us.
Pada musim gugur 2003, Amongst Us menggabungkan melodi dan hardcore vocal dengan elemen musik yang lebih 'hardcore' dan lebih berat.
Seperti halnya band lain yang beranjak dewasa, beberapa anggota band nantinya akan meninggalkan Dubai. Dalam sebuah interview dengan Gulf News, Bruce menyatakan 'it was ridiculously hard to keep the band going because people come and go in Dubai'.
Dengan anggota dan materi baru, ada pemikiran untuk mengganti nama, dan End of Reason dipilih dan ditulis dengan EndofReason.

   Dan setelah mempunyai nama baru, mereka merilis album EP : Tomorrow.Hope.Goodbye.
Dengan rilisnya album tersebut, mereka akhirnya meraih sukses di Inggris maupun Amerika Serikat.
Hal tersebut membuat mereka mengikat kontrak dengan Sonicwave International di USA dan Hangmans Joke Recording di UK.
Mereka juga menjadi band pembuka band-band seperti Boy Sets Fire, Pennywise, Jimmy Eat World, dsb. seiring kesuksesan mereka, di tahun 2007 mereka mengganti nama band mereka menjadi Asking Alexandria.

   Pada 25 Juni 2007, Asking Alexandria merilis album The Irony of Your Perfection di bawah Hangmans Joke Records.
Kemudian mereka melakukan tour selama 9 bulan di UK dan juga beberapa negara seperti Jerman, Belanda, Perancis dan Swedia.
Dan nama Asking Alexandria hanya bertahan beberapa bulan sebelum akhirnya bubar.

   Di tahun 2008, Bruce kembali ke Inggris dan meninggalkan band dan anggota lainnya.
Meskipun begitu, Bruce tidak mempunyai rencana untuk menggantungkan karir bermusiknya.
dan tidak lama setelah kepindahannya, dia memulai kembali dengan anggota baru dengan membawa nama Asking Alexandria.
Bruce menyatakan dalam MySpace-nya, bahwa dia yang menciptakan nama Asking Alexandria.
Oleh karena itu bagaimana pun dia tetap menyukai nama tersebut dan berencana untuk membuat proyek baru.
Ia juga menyatakan bahwa Asking Alexandria yang sekarang berbeda dengan Asking Alexandria sewaktu merilis The Irony of Your Perfection.
Baik dari style maupun anggotanya.

   Mereka mengubah format band dari 6 orang menjadi 5 orang dengan keluarnya Ryan Binns.
Sam Bettley juga menggantikan Joe Lancaster pada Januari 2009.

  Setelah menyelesaikan tahun 2008 dan Januari 2009 untuk 'mempromosikan' nama Asking Alexandria, mereka merekam debut album mereka pada 19 Mei dan 16 Juni di The Foundation Recordings Studio di Connersville, Indiana bersama produser Joey Sturgis.
Mereka mengumumkan behwa mereka bergabung dengan Sumerian Records setelah menyelesaikan proses rekaman mereka.
Dan album Stand up and scream dirilis pada 15 September 2009 dengan label baru mereka.
Mereka memfokuskan pada 2009 untuk meraih sukses di Amerika Serikat, seperti dengan melakukan tour bersama Enter Shikari, Alesana, the Bled, Evergreen Terrace, dsb.

  Pada 22 Desember 2009, mereka menyatakan bahwa mereka akan segera menggarap album baru pada Januari 2010.
Mereka juga menyatakan bahwa mereka akan memulai rekaman pada September 2010 bersama Joey Sturgis.
Dalam sebuah interview bersama Shred News, mereka menyatakan bahwa album akan dirilis pada awal 2011 dan rencananya berisi 12 lagu.


1.danny worsnop(vocal)


2.ben bruce(lead guitar)


3.cameron liddell(rhtym)


4.sam bettley(bass)


5.james cassells(drum)